Buku Asmara Sang Pemuda ~ Bagian 1

 Tulisan Tahun Baru 2022

    Banyak hal mungkin yang udah kita lakukan bersama dari hal yang paling absurd sampai pada hal yang paling serius. Waktu itu ketika kamu bertanya "bagaimana first impression kakak waktu pertama kita bertemu?" And Then, I'm just quiet.... lalu aku berpikir dan mengatakan, nanti aku beritahu waktu tahun telah berganti. Dan saatnya aku beritahu bagaimana semua perasaanku ketika kita sudah saling mengenal walau hanya dalam kurun waktu 3 bulan.

    Dulu aku ingat pertama kali ketika bertemu secara langsung, aneh saja waktu pertama kali bertemu itu, Agak aneh sih kalo aku bakal bilang seperti ini "langsung ada ketertarikan entah karena sesuatu hal, kemungkinan juga waktu itu aku masih melihat cover terlebih dahulu sebelum melihat ke isinya karena dari cover nya membuat tertarik, dalam hal ini lebih ke arah sikap (cover)", but... memang itu yang aku rasakan ketika itu. Dan sampai saat ini masih terdapat rasa ketertarikan itu bahkan bukan rasa tertarik tetapi lebih ke arah menyukai. Mencoba untuk lebih dekat dengan chat dan pembahasan yang bisa aku bicarakan hanya sebatas organisasi dan juga perkuliahan, memang bener yaa kata orang, ternyata organisasi itu bukan hanya tempat kita untuk belajar hal baru saja tetapi juga bertemu orang yang baru dan bahkan ada yang lebih dari itu hahahaha.

    Kemudian seiring berjalannya roda waktu yang terus berputar selama kurang lebih 3 bulan lamanya, banyak hal dari secuil isi yang aku lihat dalam sebuah buku kehidupanmu dan ada rasa sakit, sedih, dan senang ketika aku mengetahui sedikit isi dari buku tersebut. Mulai dari rasa sedihnya ketika aku membaca bagian tentang yang tidak aku pahami dalam sebuah kalimat dan paragraf, dan aku pun memikirkannya dengan rasa ragu apakah yang aku yakini akan sama seperti yang harusnya dijelaskan di buku. Kemudian lanjut ke bagian sakitnya, ketika aku melihat bahwa buku ini bukan hanya dibaca dan disukai oleh satu orang saja tetapi banyak orang dan buku ini pun menarik orang untuk membacanya dan terbuka untuk siapapun, analoginya seperti buku best seller dari sekian banyak buku dalam toko. Aku pun merasa tersakiti ketika aku tau bahwa aku bukanlah seorang pembaca spesial. Kemudian yang terakhir yaitu rasa senang ketika aku bersama buku ini. Ketika aku melihat isinya semakin lama, semakin jauh, menghabiskan waktu bersamanya dalam kesendirian, hanya ada kita berdua. Aku pun sadar rasa ketertarikan yang semula aku hanya melihat dari cover saja, dan ketika aku mengetahui sedikit isinya kini telah berubah menjadi sebuah perasaan yang kata orang bilang itu "suka". Kenapa aku ambil kata suka? Karena jika berbicara tentang cinta itu terlalu jauh dan menurutku lebih tepat digunakan kepada orang yang telah terikat oleh agama maupun hukum. Rasa suka berada satu tingkat sebelum cinta (in my version).

    Tak punya hak untuk melarang ketika buku tersebut dibaca oleh siapapun, tak punya hak untuk memberitahu bahwa buku tersebut terlalu menarik bagi orang lain, tak punya hak untuk mengatakan bahwa jangan sampai terlalu disukai oleh orang lain. Tak punya hak untuk menyuruh tutuplah dirimu hingga orang lain tidak menyadari betapa menariknya dirimu. Terlalu egois rasanya jika aku berkata demikian. Mungkin memang diri ini terlalu egois untuk memiliki buku tersebut sehingga orang lain tidak boleh membacanya, bahkan aku hanya ingin menjadi satu satunya pembaca spesial dari keseluruhan isi buku tersebut hingga aku tau akhir dari cerita itu akan seperti apa. Apakah akan berakhir bahagia, ataupun akan berakhir sedih. Tapi aku sangat berharap bahwa cerita tersebut akan berakhir bahagia. Siapa yang tidak suka dengan akhir yang bahagia?

    Saat ini aku pun sedang bermain dengan pikiranku sendiri untuk mencari sebuah jawaban dari segala pertanyaan yang ada dalam isi kepala ku. Gelisah ketika tidak bisa menemukan jawaban yang pasti dalam satu pertanyaan karena yang hanya tau jawaban itu hanya dirimu. Dan aku takut untuk bertanya kepadanya. Bingung ketika tidak mengetahui apakah yang ada di dalam hatimu akan sama dengan perkataanmu. Betul kata orang yang mengatakan bahwa "janganlah kamu terlalu berharap kepada manusia" Karena memang jika kita menaruh harapan pada seorang manusia dan dari tindakan manusia itu ada yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan maka akan sakit hati ini.

    Sangat banyak hal yang mau aku tuliskan dari segala cerita yang ada dan mungkin akan aku lanjutkan cerita ini hingga aku tau akhir dari buku tersebut akan seperti apa nantinya. Detik - detik pergantian tahun baru tiba, dengan menggunakan segala perasaan yang aku tuangkan dalam tulisan ini hingga menetes air mata ku sungguh membuatku menyadari bahwa tulisan ini sangat berarti bagiku untuk kucurahkan. Terimakasih jika kamu membaca tulisan dan memahami makna dari setiap kata yang aku rangkai hingga selesai, aku tidak tahu bagaimana ekspresimu ketika aku menulis ini. Dan aku berharap itu adalah ekspresi terbaikmu. Thank you for 2021 dan selamat menyambut tahun 2022. Semoga di tahun ini aku pun lebih mengetahui lebih banyak isi dari buku tersebut.

*Rama

Komentar